Kamis, 15 September 2016

Anggaran Mamin dan Perdin Pemkab Sampang Dipangkas

Anggaran Mamin dan Perdin Pemkab Sampang Dipangkas


Sampang (beritajatim.com) - Penundaan kucuran dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp119 miliar oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, berakhir pada keputusan pemangkasan terhadap anggaran yang sudah ditetapkan. Salah satunya anggaran makanan dan minuman (Mamin) dan perjalanan dinas (Perdin).

Anggaran Mamin dan Perdin dipangkas karena pada dana Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp228 miliar tidak bisa digunakan sepenuhnya dalam menutupi kekurangan atas penundaan tersebut. "Dana SiLPA tetap digunakan tapi hanya sebagian saja," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Beppeda) Hary Soeyanto, Rabu (14/9/2016).

Hary Soeyanto mengaku, belum bisa memaparkan secara rinci terkait berapa dana SiLPA yang akan digunakan untuk menuntupi pembiyaan atas penundaan tersebut. Hary berdalih, saat ini pihaknya masih tengah membahas dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). "Jumlah SiLPA yang akan digunakan belum bisa kami sebutkan," terangnya.

Ditambahkan Hary, Pemangkasan anggaran Mamin dan Perdin dinilai solusi yang tepat. Sebab, selain tidak berdampak terhadap lajunya pembangunan dan perekonomian, kegiatan tersebut tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Pemangkasan anggaran Mamin dan Perdin itu akan diberlakukan kepada semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Untuk itu, pada perubahan anggaran kegiatan (PAK) dipastikan anggaran mamin dan perdin akan bekurang," tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Sampang, Syamsuddin menjelaskan, anggaran Mamin ini cukup besar dan kurang mencerminkan asas efisiensi anggaran. Maka dari itu, dengan mempertimbangkan asas proporsional, kewajaran dan kepatutan sudah selayaknya anggaran Mamin dipangkas.

"Total anggaran Mamin tahun 2015 Rp20,3 miliar, sementara realisasinya Rp16,5 miliar,  anggaran mamin ini sangat fantantis dan terkesan pemborosan, bagi kami tidak ada persoalan ketika anggaran mamin dipangkas," tandasnya.[sar/k

0 komentar:

Posting Komentar